Showing posts with label Berita dan Musik. Show all posts
Showing posts with label Berita dan Musik. Show all posts

Friday, December 3, 2010

John Petrucci





Nama Lengkap: John Peter Petrucci

Website Resmi: JohnPetrucci.com

Group Band Sebelumnya: Majesty

Gitar: Ernie Ball Musicman, Ibanez

Tempat Lahir: Long Island, New York 12 Juli 1967

Pengaruh: Steve Morse, Allan Holdsworth, Yngwie Malmsteen, Metallica, Eddie Van Halen

Zodiac: Cancer

Tempat Tinggal: New York

Status: Menikah

Keahlian: String Skipping, Chromatic Scales, Arpegio, Matrix Modulation, dan lain-lain. 



John besar di Long Island, tepatnya di King park, dimana dia, john myung & Kevin moore bersekolah bersama. John mulai Belajar gitar ketika masih berumur 12 tahun (sebelumnya dia pernah belajar ketika berumur 8 tahun tetapi menyerah ketika Dia melihat kakak perempuannya harus begadang tiap malam belajar main organ. Dia tidak merencanakan untuk menjadi seperti Itu, Dia belajar gitar sepulang sekolah dan akhirnya dia menjadi tidak tertarik lagi). Namun dia mulai banyak terpengaruh Oleh permainan gitar dari gitaris semacam yngwie malmsteen, randy rhoads, iron maiden, steve ray Vaughn, dan grup besar Semacam yes, rush, Dixie dregs dan lain lain dia mulai bertekad untuk mencapai level permainan seperti mereka. 



Sebagaimana kemunculan musik trash metal yang membuat John tertarik, maka John juga memperluas influence nya dengan Mendengarkan Metallica & Queensryche. John merasa membutuhkan tantangan yang lebih dalam tehnik guitar oleh karena itu Dia banyak mengadaptasi hammering speed & melodic style dari gitaris-gitaris seperti Steves (Steve Morse & Steve Vai), The Als (Allan Holdsworth & Al Dimeola) Mike Stern, Joe Satriani, Neal Schon & Eddie Van Halen. 



Pendidikan musiknya dimulai dengan berbagai kelas teori musik yang dia ambil ketika high school. Dia belajar secara otodidak, tetapi Dia sempat menerima beberapa pelajaran gitar yang dia ambil ketika dia masuk ke Berklee College of Music di Boston, dimana dia Mempelajari komposisi jazz dan harmoni. Ketika di Berklee John Petrucci dan John Myung yang juga belajar di berklee bertemu dengan Mike Portnoy, dan mereka mulai membuat band yang diberi nama Majesty yang nantinya kemudian berganti nama menjadi Dream Theater. John sudah merekam 7 album dengan Dream Theater, dan dia juga banyak terlibat dengan beberapa proyek sampingan seperti Liquid Tension Experiment Dengan Tony Levin, Age of Impact, dan bahkan game Sega Saturn yang disebut Necronomicon, dan juga terakhir dia terlibat dalam proyek G3 Bersama Joe Satriani dan Steve Vai. Kecintaan dia pada menulis lirik dikombinasikan dengan gaya komposisi yang unik dari progressive fusion Mengasah bentuk musik dari Dream Theater. 



John tinggal bersama istrinya Rena, dan 3 anaknya SamiJO, Reny, dan Kiara di New York. Ketika dia tidak bermain gitar dia banyak menghabiskan Waktunya dengan istri dan anak-anaknya dengan bermain skating, bersepeda, berolahraga dan menontong film. 



John sedang merencanakan membuat solo albumnya yang pertama. Lagu-lagu barunya yang dia mainkan ketika bersama G3 juga akan ada di solo album tersebut. Jaws of Life (sebelumnya I.B.S.), Damage Control and Glasgow Kiss. Dia melibatkan beberapa musisi seperti Dave LaRue pada bass, Dave DiCenso dan Tony Verderosa pada drum.

Kirk Hammett





Nama Asli : Kirk Lee Hammett

Tempat/Tgl Lahir : San Francisco, California / 18 November 1962

Gaya Permainan : Metal

Group Band terdahulu : Exodus

Group Band sekarang : Metallica

Pengaruh musikal : Ace Frehley, Eddie Van Halen, Jimi Hendrix

Gitar Yang Digunakan : ESP KH signature series, ESP Spider, ESP Flying-V, ESP Mummy, Jackson Randy Rhoads model, 

Amply : Mesa Boogie Tremoverb 2x12 Combo Amp, Mesa Boogie Triaxis Pre-Amp, Mesa Boogie Strategy 400 Stereo power Amp, Mesa Boogie 4x12 Speaker Cabinet, Mesa Boogie 2x12 Speaker Cabinet, Mesa Boogie Dual Rectifier Amp, Marshall

Senar : Ernie Ball (010)





Kirk mulai tertarik pada musik setelah sering mendengar kakak laki-lakinya memutar musik-musik Kiss, UFO, Led Zeppeline, dan Jimi Hendrix. Setelah mendengar permainan gitar Ace Frehley, ia langsung tergila-gila dengan musik-musik Kiss dan kemudian membeli album Kiss. Hal itu membuatnya mulai mempelajari gitar pada usia 15 tahun. Ia mulai rajin mengutak-atik gitarnya untuk mendapatkan sound yang sesuai dengan keinginannya. 



Demam Van Halen yang melanda Amerika pada tahun 1978 rupanya berpengaruh juga terhadap Kirk. Ia menjadi semangat untuk membentuk band rock bernama Exodus. Kemudian pada bulan April 1983, Kirk mendapat telpon dari James Hetfield (gitaris sekaligus vocalis Metallica) yang menginginkan agar Kirk segera terbang ke New York untuk diaudisi menjadi gitaris baru Metallica menggantikan Dave Mustaine yang keluar (kemudian membentuk Megadeth). Kirk pun keluar dari California dan berangkat ke New York. Akhirnya Kirk bergabung dengan James Hetfield, Lars Ulrich, dan Cliff Burton dalam Metallica.



Album debut Metallica berjudul Kill 'em All dengan cepat melambungkan nama Metallica. Album ini masih terasa pengaruh Iron Maiden dan Judas Priest. Warna Iron Maiden misalnya terdengar di lagu Hit The Lights. Namun permainan power chord yang ditampilkan James dan speed solo gitar yang ditampilkan Kirk membuat Metallica memiliki warna tersendiri.



Setelah merilis Kill 'em All, Kirk kemudian belajar gitar dengan maestro gitar yang kemudian juga menjadi salah satu dewa gitar terkemuka dunia, Joe Satriani di Beerklee College of Music. Selain Kirk, murid-murid Joe Satriani lainnya adalah Steve Vai dan David Bryson (Counting Crows). Setelah itu ia dan Metallica merilis album Ride The Lightning pada tahun 1984.



Album berikutnya Master of Puppetts menjadi salah satu album tersukses Metallica dimana terdapat banyak hits yang makin mempertegas warna musik Metallica seperti Master of Puppetts, Sanitarium, Battery, dan sebuah lagu instrumental Orion. Setelah kemunculan album ini, bisa dibilang makin banyak gitaris muda yang mengcopy gaya permainan Kirk Hammett. Kemudian tahun 1988 sebuah album yang makin membuat Metallica mendunia, and Justice For All yang didalamnya terdapat lagu hits One.



Album-album selanjutnya, Metallica (Black Album) memperoleh angka penjualan yang fantastis. Konon terjual sebanyak 20 juta copy diseluruh dunia. Kemudian album Load (1996), Reload (1997), S&M (1999), dan St. Anger (2003) meski tak pernah sesukses album-album Metallica terdahulu (kecuali S&M) namun cukup untuk memperkuat eksistensi Kirk dan juga bandnya didunia musik. Bahkan pada tahun 2003 MTV memberi gelar MTV Icon pada Metallica atas kontribusinya terhadap dunia musik. 



Dalam menggarap sebuah lagu-lagu Metallica, rata-rata Kirk menulis sampai 40 buah solo gitar. Meski dalam pembuatan lagu-lagu Metallica lebih didominasi oleh James Hetfield dan Lars Ulrich, namun kontribusi Kirk tak bisa dianggap remeh. Ia lah yang memasukkan permainan shredd kedalam musik-musik Metallica. Kirk juga berkali-kali terpilih sebagai gitaris terbaik versi majalah, dan baru-baru ini terpilih sebagai salah satu kandidat Greatest Metal Guitarist All Time di salah satu majalah terkemuka. Selain itu ia juga dibuatkan gitar signaturenya oleh pabrik gitar ESP.

Brian May





Nama Asli : Brian Harold May, BSc Hons

Tempat/Tgl Lahir : Hampton / 19 Juli 1947

Gaya Permainan : Rock, Heavy Rock, Rock Opera

Group Band : 1984, Smile, Queen, Brian May (Solo Karir)

Pengaruh musikal : Hank Marvin (The Shadows), Scotty Moore (Elvis Presley), Lonnie Donegan, Buddy Holly dan James Burton

Teknik Andalan : Harmoni (gitar) berlapis

Gitar : Custom-built “Red Special”, Custom Red Special models buatan Greg Fryer, Guild Brian May Signature model, Burns Brian May Signature model, Gibson Les Paul Standard, Gibson ES-335, Akustik gitar Collings

Pickup : Burns (terpasang di Red Special), DiMarzio Brian May model (terpasang di Guild Brian May Signature model)

Efek : Vox Wah, Custom-built treble booster (kemungkinan buatan Pete Cornish tipe TB83), Echoplex yang sudah dimodifikasi, Boss CE-3 Stereo Chorus Ensemble, multi-efek Rocktron Intellifex, Foxx Phaser dan Bel Digital Audio Delay

Ampli : Vox AC30 dan AC10, Custom-built Deacon amp (yak betul, ampli ini buatan bassist Queen, John Deacon), Selmer, Marshall JCM800

Contoh permainan : Keep Yourself Alive, Stone Cold Crazy, Brighton Rock, Bohemian Rhapsody, It’s Late





Tentang Karir :

Dengan suara gitar yang khas dan riff-riff gitar yang catchy sebagai kontribusinya pada Queen, Brian May menjadi salah satu dari sekian musisi yang berbakat dan memberikan pengaruh pada tahun 70-an. Ia adalah anak seorang tukang servis elektronik dan musisi. Ia ternyata ikut mewarisi bakat ayahnya dalam bidang menyolder dan musik. Namun ia sanggup menyeimbangkan ketertarikannya akan teknologi dan musisi dan kemudian melanjutkannya untuk meraih gelar di bidang Fisika. Di saat senggangnya ia menyempatkan diri membuat gitar dibantu oleh ayahnya. Gitar buatannya ini yang kemudian menjadi trade-mark Brian May di setiap penampilannya.



Saat masih sekolah ia membentuk band pertamanya, 1984, yang merupakan sebuah band instrumental. Band mereka manggung di sekitar kota London dan membuka pertunjukan artis/band legendaris seperti Traffic, Jimmi Hendrix, Pink Floyd dan Tyrannosaurus Rex (nantinya dikenal sebagai T-Rex). Pada tahun 1968, ia meninggalkan bandnya untuk memfokuskan diri pada studinya di Imperial College.



Saat kuliah, May sering nongkrong bareng Roger Taylor dan kemudian membentuk band hard rock trio bernama Smile. Ia malah juga meneruskan pendidikannya setingkat S2 pada jurusan matematika dan ilmu pengetahuan, tapi kemudian malah memutuskan untuk lebih fokus pada musik secara penuh. Band Smile menandatangani kontrak dengan Mercury Records dan merilis satu single yang tidak meraih sukses. Kemudian mereka menambahkan Freddy Mercury pada posisi vokal dan merubah nama band mereka menjadi Queen. Setelah bekerja dengan beberapa bassist, akhirnya mereka menemukan dan merekrut John Deacon pada tahun 1971. Queen kemudian menandatangani kontrak dengan EMI dan merilis debut albumnya (Queen) pada tahun 1973 dengan kekuatan utama album mereka: kombinasi vokal opera Freddie Mercury dan riff-riff keren Brian May.









Brian May bersama Queen terus berekperimen dengan mengembangkan sound mereka. Albun A Night at the Opera dirilis tahun 1975 dan menelurkan lagu hit “Bohemian Rhapsody”, yang memperdengarkan kemampuan musikal dan kehebatan mereka sebagai pengarang lagu. Kedua album mereka selanjutnya A Day at the Races pada tahun 1976 dan News of the World pada tahun 1977 juga meraih sukses besar di radio maupun di toko musik dengan hit-hit mereka seperti “We Will Rock You” dan bahkan “We Are The Champion” dari album News of the World malah digunakan menjadi lagu kemenangan di lomba olahraga di seluruh dunia sampai sekarang. Yang menarik adalah, salah satu lagu dari album News, “It’s Late” adalah lagu dimana Brian May menggunakan two-handed tapping dan hammer-on saat solo gitar dan setahun kemudian baru Eddie Van Halen terkenal dengan two-handed tapping gayanya sendiri. May menyebutkan bahwa tehnik tapping yang ia gunakan diconteknya dari seorang gitaris band club di daerah Texas. Menurut gitaris band tersebut malah Billy Gibbons (ZZ Top) yang pertama kali menggunakannya dan ia hanya menconteknya.



Setelah Freddie Mercury wafat di tahun 1991, Queen secara resmi bubar. Hanya pada event-event khusus seperti “Concert for Life tribute to Mercury” di tahun 1992 (menggalang dana untuk Mercury Phoenix Trust, dibentuk untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya AIDS). Brian May kemudian lebih fokus bersolo karir, merilis Back to the Light pada tahun 1993. Setahun kemudian ia merilis Live at Brixton Academy, yang isinya adalah gabungan dari lagu-lagu solo karirnya dan dari koleksi lagu Queen. Pada tahun 1998 ia merilis album berjudul Another World dimana Jeff Beck ikut mengisi gitar pada lagu “The Guv’nor”.



Tentang Suara Gitar dan Rig

Tidak lengkap membicarakan Brian May tanpa membicarakan gitarnya. Jantung dari suara gitar May terdapat pada gitar listrik yang diberi nama “Red Special”. Gitar tersebut ia buat berdua bersama ayahnya. Sungguh sangat sulit mencari gitar listrik yang bersuara persis seperti Red Special-nya Brian May kecuali anda mendapatkan replikanya dari luthier Greg Fryer. Walaupun Guild dan Burns membuat seri signature Brian May, namun gitar buatan mereka tidak bersuara persis seperti gitar Brian May. Selain itu dalam rig Brian May sendiri terdapat beberapa efek-efek custom, termasuk diantaranya adalah Treble Booster yang digunakannya bersama ampli merk Deacon (Ampli buatan John Deacon, bassist Queen) dan sebuah splitter untuk mengirim sinyal ke tiga ampli Vox AC30 miliknya. Selain itu, Brian May juga menggunakan pick gitar yang tidak lazim. Pick yang digunakannya adalah sebuah koin sixpence (mata uang inggris). Tentang penggunaan koin sebagai pick ini Brian May beralasan bahwa koin tidak mudah lepas dari tangan karena permukaannya yang kasar dan pinggirannya bergerigi tajam. Di Inggris koin ini sudah tidak diproduksi lagi, tapi Brian May telah mengkoleksinya hingga ribuan buah sehingga ia tidak takut kehabisan.



Sekarang bagaimana tentang harmoni gitarnya? Rahasianya adalah pada penggunaan 3 ampli tersebut dengan konfigurasi ampli di tengah dry dan ampli kiri kanan sebagai suara efeknya. Pada masa-masa awal karirnya Brian May sering menggunakan splitter 3-way untuk membagi sinyal gitarnya dan dua Echoplex yang di set dengan delay time yang berbeda untuk membentuk harmoni. Kedua Echoplex tersebut kemudian masing-masing menuju ampli yang ada di kiri dan kanan. Brian May sekarang sudah tidak menggunakan Echoplex dan menggantinya dengan unit Digital Delay.





Tentang gitar buatan Brian May (Red Special)

Banyak cerita sekitar gitar buatan Bryan May ini. Menurut Brian May, ia membuat gitar tersebut dengan bantuan ayahnya dan menamakannya “Red Special”. May membuat desain bodi, yang bentuknya mengadaptasi bentuk akustik gitar tetapi dengan memotong bodi lebih dalam di atas dan dibawah neck (cutaway) agar lebih mudah mengakses neck bagian fret 15 keatas. Ia membentuk kayu dengan menggunakan pisau lipat, pahat dan ampelas. Fingerboardnya juga mengadaptasi dari gitar akustik. Bentuk neck gitarnya tebal dan agak bulat. Neck tersebut hanya menggunakan satu baut dan tidak di-lem. Sebuah fret terpasang tepat didepan nut, sebelum fret pertama. Bentuk fretnya sendiri datar, model bus sekolah dan inlay-nya yang berbentuk titik besar (dot) adalah seperti berikut: satu titik di fret 3, dua titik di fret 7, satu titik di fret 9, tiga titik di fret 12, satu di fret 15 dan 17, dua di fret 19, satu di fret 21 dan tiga di fret 24. Selain itu juga ada titik penanda di tepi fingerboard-nya dan garis besar di tepi fret ke 5 dan ke 7.



Bahan fingerboard-nya adalah kayu oak yang dilapisi sedemikian rupa hingga menyerupai kayu ebony. Neck gitar tersebut masuk jauh ke dalam bodi gitar hingga melewati pickup tengah. Bodi gitarnya sendiri berbahan kayu sejenis oak yang berasal dari sebuah meja dan dua lapisannya terbuat dari kayu balok yang dilubangi sendiri olehnya. Seluruh permukaan body gitar itu kemudian ia lapisi dengan lapisan kayu mahogany. Bindingnya terbuat dari tepian rak, entah itu rak buku atau rak lain. Bridge-nya sendiri merupakan desain dari Brian May dan ayahnya dan dibuat dengan tangan. Gagang tremolo-nya sendiri dibuat dari part sepeda, sepertinya bagian yang terdapat pada sadel sepeda, dan ujung gagang tremolo-nya adalah bagian dari jarum rajut ibunya yang ia bor sedikit. Alasan Brian May membuat sendiri tremolonya adalah karena ia tidak mampu untuk membeli tremolo Fender saat itu. Mungkin kombinasi dari bahan-bahan yang tidak umum itulah yang membuat suara gitar Brian May begitu unik dan memiliki sustain yang unik pula.



Untuk urusan elektronik, May menggulung sendiri pickup single coil-nya, tetapi kemudian ia menggantinya dengan pickup yang ia beli dari Burns di Inggris. Selain pickup, ia juga membeli tuner. Tetapi tuner itu segera pula diganti dengan merk Sperzel. May juga mendesain perkabelan gitarnya.



Pada pertengahan 90-an, Brian May bertemu dengan luthier asal Australia, Greg Fryer, yang mendapatkan ijin May untuk membuat beberapa kopi otentik dari “Red Special” buatan Brian May. Setiap gitar tersebut dibuat sepersis mungkin dengan aslinya. Bahkan lebih detil dari Brian May signature buatan Guild. Seberapa mungkin Fryer menggunakan tipe kayu, lem, finishing dan kelengkapan gitar (seperti tuner) yang sama dengan aslinya. Fryer bahkan membayar sendiri ongkos perjalanannya dari Australia ke rumah Brian May di Inggris, dimana ia secara mati-matian melakukan pengukuran dan mencatat semua spesifikasi gitar Brian May secara mendetail dan kembali ke Australia untuk mulai bekerja. Setahun kemudian Fryer kembali ke Inggris dengan 3 buah hasil kloningnya dan Brian May terpana atas hasil kerjanya. Sekarang ketiga gitar tersebut digunakan oleh Brian May. Bahkan May mempercayakan gitar aslinya kepada Greg Fryer untuk diservis. Gitar asli buatan tangan Brian May dan ayahnya sekarang kembali dalam kondisi prima.

Steve Vai





Nama Lengkap: Steven Siro Vai

Website Resmi: Vai.com

Tempat/Tgl Lahir: 06 Juni 1960 di New York, USA

Group Band Saat Ini: Steve Vai

Group Band Sebelumnya: Hot Chocolate, The Ohio Express, Circus, Rayge, Bold As Love, Axis, Morning Thunder, Frank Zappa, The Out Band, The Classified, 777, Alcatrazz, David Lee Roth, Whitesnake

Pengaruh: Joe Satriani, Frank Zappa

Gitar: Ibanez Universe, Ibanez JEM

Keahlian: semua teknik dalam buku pelajaran gitar bisa dilakukannya dengan sempurna!!! 



Siapa yang tidak kenal dengan dewa gitar yang satu ini? Permainannya mulai dari blues, jazz, rock sampai klasik dan ethnic music. Permainan gitarnya pun tidak terbatas pada komunitas gitar saja tetapi juga bagi orang-orang awam yang tidak mendalami gitar. 



Pada umur 6 tahun, Steve mulai belajar piano. Pada umur 10 tahun, Steve mulai belajar bermain akordeon. Pada umur 13 tahun barulah Steve mulai mendalami gitar dan sejak saat itu lahirlah seorang dewa gitar yang baru. 



Steve Vai mengawali karirnya dengan album debutnya Flex-Able Leftovers pada tahun 1984. Pada tahun 1990, Steve merilis album keduanya yang berjudul Passion and Warfare. Album ini mendapat pengakuan internasional dan Steve memenangkan polling pembaca majalah Guitar Player dalam 4 kategori yang berbeda. Album Steve yang ketiga berjudul Sex & Religion dirilis tahun 1993 dan album keempatnya Alien Love Secrets dirilis tahun 1995. Pada tahun 1996 album kelima Steve Fire Garden dirilis. 



Tahun 1999, Steve meluncurkan album keenamnya yang berjudul Ultra Zone. Dalam album ini Steve lebih banyak memfokuskan dirinya dalam komposisi lagu dan bereksperimen dengan gitarnya. Tahun 2001 album The Seventh Song dirilis dan album ini berisi lagu-lagu slow/ballad yang pernah dirilis Steve dengan ditambah beberapa lagu baru. Dan di tahun 2001 Alive in an Ultra World pun dirilis. 



Steve Vai juga pernah memproduksi 2 album Natal yang berjudul Merry Axemas Vol.1 dan Merry Axemas Vol.2, juga konser G3 bersama Joe Satriani dan Eric Johnson/Kenny Wayne Shepherd dan terakhir John Petrucci turut juga bergabung dalam G3. 



Belakangan ini Steve Vai lebih memfokuskan diri bereksperimen pada permainan gitarnya dan sekarang ini band Steve Vai ditambah seorang pemain bass yang sudah tidak asing lagi buat fans-fans rock tahun 80-an, Billy Sheehan. Belum pasti kapan album barunya akan beredar, kita tunggu saja

Joe Satriani





Nama Lengkap: Joe Satriani

Website Resmi: Satriani.com

Tempat/Tgl Lahir: 15 Juli 1956 di Westburry, New York, USA

Group Band Saat Ini: Joe Satriani

Group Band Sebelumnya: The Squares

Pengaruh: Jimi Hendrix, Ritchie Blackmore

Gitar: Ibanez JS Series

Keahlian: Tapping, Alternate Picking, dll 



Joe Satriani, pertama kali belajar gitar pada saat berumur 14 tahun. Pada umur 15 tahun, Joe sudah mengajar gitar (selama 3 tahun) kepada beberapa muridnya yang antara lain adalah Steve Vai, Kirk Hammet (Metallica) dan Larry LaLonde (Primus). Dapat dibayangkan betapa tekunnya dan cepatnya Joe mendalami permainan gitarnya. 



Sambil mengajar di Second Hand Guitar, Berklee, Joe merilis albumnya yang pertama tahun 1986 yang berjudul Not Of This Earth. Tahun berikutnya, Surfing With The Alien dirilis dan mendapatkan gold dan platinum sales. Tahun 1989 Surfing in a Blue Dream pun dirilis dan mencapai angka 750.000 keping untuk penjualannya dan masuk ke nominasi Grammy Awards. Tahun 1992 The Extremist dirilis yang juga masuk nominasi Grammy Awards dan mencapai peringkat 24 di Billboard chart. 



Tahun berikutnya, Time Machine (dobel CD) dirilis. Di tahun 1995 album yang berjudul Joe Satriani dirilis dan lagu My World masuk nominasi Grammy Awards. Tahun 1998 Joe merilis albumnya yang ke delapan berjudul Crystal Planet. 



Di tahun 2000 Joe merilis album Engines Of Creation. Di album ini Joe melakukan eksperimen dengan rekaman menggunakan rhytm-rhytm yang dibuat di komputer. Tahun 2001 Joe merilis album live nya Live in San Fransisco. 



Selain merilis album solonya, Joe Satriani juga merupakan penggagas diadakannya G3. Bersama Steve Vai, Joe sudah beberapa kali mengadakan konser G3 dengan dewa gitar lainnya seperti Eric Johnson (1996), Adrian Leggs, Kenny Wayne Shepherd dan Robert Fripp (1997), Michael Schenker dan Uli John Roth dengan Brian May sebagai Guest Star untuk show di London dan Patrick Rondat di Perancis (1998) dan John Petrucci (2001). 



Joe Satriani juga berpartisipasi dalam proyek Merry Axemas-nya Steve Vai dan memainkan satu lagu Silent Night yang di aransemen ulang dan juga pernah mengisi posisi gitar untuk Deep Purple di tahun 1990an.... liberty and justice for all!!!

Paul Gilbert







Nama Lengkap: Paul Brandon Gilbert

Website Resmi: PaulGilbert.com

Tempat/Tgl Lahir: 6 November 1966 di Carbondale Illinois - USA.

Group Band Saat Ini: Racer X

Group Band Sebelumnya: Racer X, Mr.Big

Pengaruh: Eddie Van Halen

Pendidikan: Tamatan GIT (Guitar Institute Of Technology) dan Instruktur GIT.

Gitar: Ibanez Paul Gilbert Model (PGM) Signature Series

Keahlian: Alternate Picking, String Skipping, Arpeggio, dll. 



Paul Gilbert merupakan salah satu dewa gitar seperti halnya Steve Vai, Yngwie, John Petrucci lainnya. Sebelumnya Paul dikenal melalui group bandnya Mr.Big, rekaman Mr.Big yang laku keras turut membesarkan nama Paul di dunia musik rock. 



Paul sendiri sudah cukup mengegerkan dunia gitaris pada tahun 86-87 sebagai pemain gitar tercepat di dunia ketika Paul masih bergabung dengan group band Racer X. Teknik permainannya telah sempurna saat ia baru menginjak 17 tahun itu. 



Pada usia 5 tahun (1971) Paul sudah mulai mempelajari gitarnya, 10 tahun berikutnya (1981) Paul coba mengirim demo rekamannya ke produser Mike Varney dan di luar dugaanya Mike sangat mengagumi permainannya di samping Tony Macalpine. 



Pada tahun 1984 Paul pindah ke LA dan melanjutkan sekolah gitarnya ke GIT (Guitar Institute of Technology) dan kini telah menjadi instruktur sekolah gitar bergengsi ini. 



Pada tahun 1986 dia bergabung dengan band pertamanya Racer X dengan album debutnya "Street Lethal ", kemudian "Second Heat" (1987) & "Live! Extreme Volume" (1988). 



Pada tahun 1989 Paul meninggalkan Racer X dan bergabung dengan group band MR.BIG dengan pemain bass yang disegani "Billy Sheehan", vocalis Eric Martin dan drummer Pat Torpey. 



Mereka meluncurkan album pertamanya "MR.BIG" dan MR.BIG tampil untuk pertama kalinya di Jepang pada bulan Oktober. 



Selanjutnya Paul meluncurkan album berikutnya: "Live! Raw Like Sushi" (1990), "Mr Big - Lean into it" (1991), "Mr.Big - San Francisco Live" (1992), "Racer X - Live Extreme Volume 2" (1992), "Mr.Big - Bump Ahead" (1993), "Mr.Big - Live! Raw Like Sushi 2" (1994), "HEY MAN" & " The best of MR.BIG" (1996), "Hard Rock Cafe", " Live At Budokan " & solo " King of Club" (1997) 



Lagu "To Be With You" (dari Album "Lean Into It") menduduki posisi pertama di majalah Billborad USA selama 3 minggu. 



Pada tahun 1998 Paul tampil pertama kali di Jepang dengan solo albumnya. Paul meluncurkan album solo "Flying Dog". Tahun 1999 Paul kembali ke Jepang dan meluncurkan album solo kedua "Beehive Live" dan album ketiga Racer X "Technical Difficulties".



Tahun 2003 album Burning Organ dirilis, kali ini masuk ke label Indonesia dibawah naungan Staria Enterprise. Namun album berikutnya, Acoustic Samurai tidak lagi di Staria, melainkan berpindah ke label Variant Music. Kemudian Paul menggelar promo tur album "Spaceship One" hingga ke Indonesia. Hal ini disambut antusias oleh penggemar-penggemarnya, pasalnya banyak artis asal Amerika yang menarik diri karena takut disweeping oleh pihak-pihak tertentu.

Wednesday, December 1, 2010

Video merapi meletus disertai petir

.
Lihatlah baik-baik di detik ke 20

Amid tension, U.S. and South Korea begin military drills

Seoul, South Korea (CNN) -- South Korea and the United States started joint military exercises Sunday, U.S. Forces Korea spokesman David Oten told CNN, prompting a furious response from North Korea.

The naval operations are "no more than an attempt to find a pretext for aggression and ignite a war at any cost," North Korea's official Korean Central News Agency said, warning that the drills "are putting the Korean Peninsula at a state of ultra-emergency."

North Korea warned of unpredictable "consequences" if the United States sends an aircraft carrier to the Yellow Sea for the military maneuvers.

The divided peninsula, tense at the best of times, has been near the boiling point since Tuesday, when North Korea shelled a South Korean island, killing four people.